Sarah Cabut Gigi Lagi

Judulnya… Mirip postingan sebelumnya. Cabut gigi lagi.. Hihi. Postingan terakhir Oktober 2016, yang berarti hampir setahun lalu. Ngga kerasa.. Tandanya umi malas update blog mbak Sarah hehe. Seringnya posting pendek-pendek saja di ig. Monggo yang punya akun instagram boleh follow ig Sarah @downsyndrome_indonesia. Nanti Sarah folback deh 😉

Ok, kembali ke bahasan cabut gigi.

Sebenarnya, umi pengen merasakan gigi mbak Sarah bisa tanggal sendiri. Namun, qadarullah selama ini, hal itu belum pernah terjadi. Sudah tiga kali mbak Sarah harus dicabut giginya, karena gigi dewasa sudah tumbuh duluan. Biasanya, gigi susu goyah dikit sekali, sudah terlihat calon gigi dewasa. Dan kalau nunggu tanggal sendiri kok lama, keburu gigi dewasa semakin tumbuh besar.

Akhirnya, kemarin pun begitu. Gigi seri yang dekat gigi taring, sudah terlihat calon gigi dewasa yang akan menggantikannya. Istilah jawanya “kesundul”. Waktu itu umi lihat sekitar puasa, yang berarti sudah sebulan lebih. Karena tidak tanggal juga si gigi susu, akhirnya umi datang lagi ke klinik gigi yang biasanya. Umi suka ke klinik tersebut karena dokternya ramah, suka ngajak ngobrol mbak Sarah, dan juga jamnya pagi, pas mbak Sarah juga masih fresh.

Datang antrian pertama, kami menunggu sekitar tiga puluh menit sampai dokter datang. Mbak Sarah sempat minum jamu dulu hehe. Kebetulan di depan klinik ada penjual jamu, lalu minta dibelikan.

Tak berapa lama kemudian, nama Sarah dipanggil. Kami pun masuk ke ruang periksa. Dokter sudah menyambut kedatangan kami dan langsung mengajak ngobrol Sarah. Sarah pun asik menanggapi dan juga cerita apa saja, walau tidak begitu jelas 😀 Namun dokter setia mendengarkan.

Dokter pun memeriksa gigi Sarah dan ternyata memang masih goyang sedikit. Tapi tetap harus dicabut. Akhirnya dengan perlakuan yang sama dengan dulu, yaitu mengolesi gusi Sarah dengan krim strawberry, kemudian disuntik gusinya.

“Sakit ngga?” tanya dokter.

“Ndak.” jawab Sarah.

Lalu dokter pun mengambil alat, kemudian mencongkel gigi Sarah. Tidak berapa lama, gigi sudah tercabut. Sarah lalu kumur-kumur dan dokter memberikan kapas yang digigit untuk membantu agar darah tidak keluar lagi.

Dan, inilah penampakan gigi Sarah yang menurut umi sangat panjang. Sengaja difoto dengan meteran, biar keliatan.

Lihat saja, total panjang giginya 1 cm 3 mm. Dan bagian yang tampak dari luar hanya 0,5 cm saja. Itu artinya, bagian yang menancap di gusi jauh lebih panjang. Mungkin ini yang menyebabkan ketika gigi goyah, akan lama untuk tanggal. Ibarat sebuah tanaman yang akarnya panjang, maka akan sulit dicabut. Makanya, gigi anak DS seringkali berjejal, karena gigi susu belum tanggal, sudah disusul gigi dewasa.

Dan, ini gigi-gigi yang lain, yang umi simpan.

Dan… ini Sarah bersama bu dokter Nikita… 🙂

Umi tidak banyak mengabadikan gambar Sarah saat dicabut giginya, karena bisa-bisa nanti perhatian Sarah malah terganggu karena lihat hp..

Dan, ini dia penampakan gigi baru Sarah…


Kata dokter disuruh maju-majukan pakai lidah. Istilah jawanya “dipadal”. Semoga besok bisa rapi ya, Nak…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s