Belajar Menerima Down Syndrome

c360_2016-09-20-09-43-48-838_20160922132554133

Sesaat setelah diberitahu bahwa Sarah Down Syndrome, pihak rumah sakit langsung memberikan satu kit tentang Down Syndrome. Segala hal yg berkaitan dgn perawatan bayi dgn Down Syndrome, ada di sana.

Menerima map lengkap tersebut, saya seperti flash back di masa kehamilan. Percaya atau tidak, saat hamil Sarah di Sydney itu, saya sering membaca artikel tentang Down Syndrome. Sy tahu ttg ciri2 anak dengan Down Syndrome, dan kebetulan juga beberapa kali jumpa anak DS di jalan. Saya pun tahu tentang cara mengecek kehamilan yg beresiko anaknya lahir dgn Down Syndrome. Ya, seperti mimpi buruk yg menjadi kenyataan kalau pada akhirnya anak sy termasuk salah satunya .

Tapi seperti pepatah, bahwa kamu tidak akan pernah (betul-betul) tahu, sampai kamu mencoba. Dalam hal ini, sampai kamu memilikinya sendiri.

Bayangan saya, saat melihat gambar2 di sini dan pemaparan di dalamnya, anak sy akan begitu “mengerikan” karena tidak bisa apa2, selalu lambat, dan tertinggal. Sampai ketika sekarang sy melihat perkembangannya, saya bisa membuang jauh2 pemikiran itu.

Dia bisa.

Dia bisa  bicara, dia bisa menulis, dia bisa menghafal, dia mampu mengerti perintah dan larangan, dsb. Nyatanya, anak dengan Down Syndrome tidak se”mengerikan” yg saya kira dulu. 

Mungkin, kita hanya harus bersabar untuk mampu melihatnya. Bersabar lebih banyak lagi untuk melihat hasil yang lebih baik lagi.

Belajar menerima kondisi anak yang special memang tidak bisa seketika. Ia butuh proses. Jika pada awalnya ada perasaan sedih dan menolak, hal itu wajar dan hampir semua orang tua yg baru memiliki anak DS mengalaminya.

Bagaimana tidak? Seperti ada makhluk asing yang ke mana pun pergi selalu dilihat orang. Kalaupun tak sampai bertanya, mata mereka bisa berkata, “Anak itu kenapa?”

Ya, memang seperti itu kondisinya. Tapi percayalah, bahwa semua itu akan berlalu. Seiring dengan perkembangannya, kemampuannya berdiri, berjalan, dan berlari dengan senyum yg menghiasi hari, semua perasaan sedih akan terobati.

Berdo’a lah kepada Yang Maha Memberi. Kita ini hanya bisa menerima dan menjalani takdir-Nya. Karena hanya Dia yang Maha Tahu yang terbaik untuk hamba-Nya.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s