Sarah Sekolah

Sarah SekolahPengen sedikit berbagi tentang aktivitas Sarah yang baru.

Ya, terhitung sejak Senin kemarin, Sarah resmi menjadi murid salah satu sekolah PAUD di dekat rumah😀

Namanya PAUD dan TK Az Zahra.

Sebuah PAUD sederhana, berbasis Islam, yang tak jauh dari rumah.

Sebenarnya saya belum 100% yakin untuk menyekolahkan Sarah. Umurnya baru tiga tahun dan dia masih belum bisa duduk diam dalam waktu yang lama. Namun, setelah saya ngobrol dengan teman dan orang tua, lalu menimbang-nimbang kebutuhan Sarah untuk bersosialisasi dengan teman sebaya, saya pun ingin menyekolahkan Sarah juga.

Ketika suatu hari saya melewati bangunan PAUD sederhana di pinggir jalan dekat rumah, entah kenapa ada rasa ingin mencoba bertanya.

Kedatangan pertama saya, berbuah penolakan yang saaangat halus😀
Saya sih iseng saja, mengingat saat itu usia Sarah belum genap tiga tahun.
Saya datang, kemudian seorang wanita yang masih muda pun menyambut saya. Agaknya beliau ini guru di sekolah itu (bukan kepala sekolah).

Saya tanyakan, apakah sekolah ini menerima anak down syndrome.
Saya sudah siap ditolak, mengingat cerita teman juga kebanyakan seperti itu. Jadi saya santai saja menunggu jawaban ibu guru muda itu. Dan benar saja, saya pun ditolak😀

Ya sudah, saya kembali ke rumah, dengan perasaan biasa saja.

Beberapa hari kemudian, sehabis mengantar mba Syifa ke sekolah, eh… saya kok pengen mampir lagi ke situ. Padahal ngga terencana. Spontan saja, ketika motor saya melaju dan melewati PAUD itu, keinginan itu muncul. Saya balik motor ke arah PAUD itu lagi. Nekad apa ngeyel sih?😀

Kali ini saya penasaran, ingin bertemu kepala sekolah secara langsung.

Kebetulan di situ sedang sepi. Saya pun bertanya kepada seorang ibu yang sedang menjemur pakaian di depan rumah, persis di samping TK.

Ibu itu kemudian memanggilkan siapa saja yang ada di sana.

Beruntung, kepala sekolah pun ada di situ. Langsung saya beranikan diri untuk bertanya. Pertanyaan serupa.
Dan… jawabannya sungguh tak diduga. Beliau menerima anak saya untuk bersekolah. Saya pun menegaskan sekali lagi (karena ibu ini belum paham apa itu down syndrome), bahwa anak saya adalah anak berkebutuhan khusus yang memang agak berbeda dengan yang lain.

Ibu itu “tidak peduli”. Dan ceritanya pun mengalir panjang, sampai kepada seorang anak yang dulu tidak bisa berbicara sama sekali dan sekarang sudah lumayan bisa ngomong.

Beliau pun menambahkan cerita, bahwa adanya anak yang bisa berbicara setelah sekolah di sini, menjadi kebanggaan tersendiri bagi mereka🙂

Saya pun senang sekali.
Beruntung ada sekolah ini. Dekat, murah, dan berbasis Islam. Semua gurunya berkerudung.

Saya pun sekilas teringat dengan sekolah mba Syifa dulu, sewaktu masih bertempat tinggal di Bantul. Sekolah sederhana yang biayanya bergantung kepada sebuah yayasan, namun rela menerima anak dengan kondisi khusus juga (waktu itu salah seorang teman Syifa ada yang berkebutuhan khusus, namun bukan down syndrome, ia hanya mengalami sedikit keterlambatan saja)

Alhamdulillaah ya, Nak. Semoga Sarah hepi terus di sini🙂

*Pic: hari pertama dan ke dua Sarah di sekolah, diisi dengan bermain-main saja😀

2 comments on “Sarah Sekolah

  1. rina says:

    selamat bermain mbak sarah🙂
    enjoy yaaaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s