Sarah Terapi Wicara

sikat TW SarahHari ini, Kamis18 April 2013 adalah hari kedua (sebenarnya pertama sih) Sarah terapi wicara (TW) di sebuah klinik di Apotek Tina Farma, setelah observasi yang dilakukan pada pertemuan awal, Senin lalu.

Bisa dibilang, terapi pertama ini sukses, alhamdulillah. Kami sudah mantep untuk meneruskan di sini. Umi cerita dulu soal observasi kemarin ya.

Senin, Sarah dapat jadwal observasi jam 11.30. O ya, kami mendapatkan info terapis ini (namanya mba Vivin, saya sebut mba karena masih muda) dari bu Iik, terapis SI di RSCC. Mulanya, saya pun sudah pernah mencoba TW sekali di tempat lain, namun karena satu dan lain hal, kami memutuskan untuk mencari second opinion. Jadilah saya bertemu dengan bu Vivin.

Memasuki ruangan ber AC membuat saya nyaman😀 Tambah nyaman lagi karena tembok klinik bercat ungu muda, salah satu warna kesukaan saya. Halah… :p

Lanjut.

Ruangan nyaman berukuran kira-kira 3.5×2.5 meter persegi (cukup lega lah yaa), dengan sebuah lemari pendek di sudut kiri ruangan. Lemari itu untuk tempat menyimpan segala peralatan TW: sebuah mainan tiup, balon tiup, “icik-icik”, puzzle, flash card, dsb. Di atas lemari ada hand wash, baby oil, dll.

Satu buah meja bundar rendah berwarna ungu juga, dengan dua buah kursi bundar kecil berhadapan, sebagai tempat latihan flash card, main puzzle, dll. (waktu latihan paling banyak menggunakan area ini). Lalu ada busa kecil di antara meja dan lemari tadi. Busa untuk tiduran si anak, apabila sedang dilakukan oral massage. Lalu di dekat pintu ada sebuah meja dengan dua kursi, tempat orang tua dan terapis ngobrol-ngobrol😀

Nah, observasi kemarin, saya hanya ditanya-tanya tentang perkembangan Sarah di usianya. Selebihnya hanya menerangkan apa-apa yang perlu dibawa pada terapi selanjutnya (tadi pagi, dst); yaitu: satu set sikat (seperti tampak di gambar) untuk oral massage, madu untuk dioles pada sikat ketika massage, handuk/sapu tangan kecil untuk alas si anak waktu massage, dan sebuah buku untuk mencatat semua progress anak.

Observasi hanya memakan waktu sekitar 20-an menit. Itu saja membuat Sarah tidak betah dan ingin segera “kabur”. Terapis sampai bilang, bahwa Sarah perlu sekali latihan konsentrasi. Tapi, komentar itu menjadi lain ketika terapi perdana (hari Kamis kemarin) selesai.

“Ternyata bisa diam lama juga ya…”

Kurang lebih begitu mba Vivin mengomentari Sarah tadi pagi. Ya, waktu sekitar setengah jam sudah Sarah habiskan untuk duduk diam di kursi bundar, melihat terapis memainkan flashcard, puzzle, bernyanyi, dan berdo’a bersama.

Terapi dimulai pukul 9.15. Sarah langsung diminta duduk di kursi. Setelah berdo’a, latihan pertama kali adalah naming atau menyebutkan nama-nama benda menggunakan flashcard. Sesekali menunjuk benda-benda yang ada di flashcard, lalu menunjuk benda real jika kebetulan ada diruangan itu, seperti sapu, jam dinding, baju, celana (Sarah nunjuk baju dan celananya).

Sekitar 15 menit kemudian, latihan berganti dengan bermain puzzle kendaraan. Sarah cukup senang dengan dua latihan konsentrasi tersebut, walaupun di sela-sela latihan sempat ingin “kabur” beberapa kali. Tapi terapis menghalanginya dan terus meminta Sarah untuk duduk kembali di kursinya. Beberapa kartu sempat terjatuh, yang membuat Sarah harus mengambil di bawah, lalu seperti biasa, kembali di kursi.

Ada yang lucu.

Ketika terapis meminta Sarah duduk kembali, Sarah lalu duduk di lantai. Terapis bilang, duduk, duduk, berkali-kali. Sarah bengong aja, lha wong dia udah duduk. Umi diem aja, pengen liat bagaimana akhirnya.

Lalu beberapa saat, Sarah menepuk kursinya dua kali. Seperti mau bilang, “Duduk sini?” Baru terapis ngerti, lalu bilang, duduk di kursi. Sarah pun langsung berdiri dan duduk di kursi😀

Puzzle selesai sekitar 9.45. Sekarang giliran oral massage. Ini dia yang bikin Sarah SUPER HEBOH!

Awalnya, Sarah menurut waktu diangkat kemudian direbahkan di pangkuan terapis. Kepala Sarah diletakkan di pangkuan terapis yang duduk bersila, dialasi celemek yang dipakai terapis.

Mulailah terapis memijat muka Sarah, sekitar dagu, leher, sekitar mulut, dan wajah, dengan lebih dahulu menyemprot tangannya dengan cairan alkohol, lalu mengoles dengan baby oil.

Awal-awal Sarah sudah tidak suka. Dia berteriak, menggerak-gerakkan tangannya, ingin “kabur”, lalu si terapis memegang tangannya. Kaki Sarah sempat menjejak-jejak.

Setelah beberapa lama, Sarah agak enjoy, termasuk saat terapis menyikat kulit wajah Sarah dengan sikat lembut.

“Peperangan” kembali “berkobar” saat terapis mulai “menusuk-nusuk” dagu Sarah dengan sikat yang berkepala tumpul dan bergerigi. Nah, Sarah mulai lagi menjejak-jejakkan kakinya, membanting-banting kedua kaki, sampai menjatuhkan kursi.

Merasa tak ada yang menolong, dengan posisi kedua tangan ditindih kaki terapis, Sarah pun berteriak, “eemmmi…”, “Ayyaah…”. Hehehe kaya diapain aja, Nak…

Terakhir terapis menyikat bagian dalam kedua pipi Sarah, lidah, dan langit-langit mulut. O ow… Sarah mau muntah…

Hmm ya deh, perkenalan dulu, ngga lama-lama.

Habis oral massage, Sarah main sendiri, sementara saya dan mba Vivin ngobrol beberapa hal.

Oh hampir lupa, apa hayo? Soal biaya. Di klinik ini, untuk observasi pertama kali dikenakan tarif Rp. 80.000 kemudian untuk pertemuan selanjutnya Rp. 70.000.

Semoga info ini bermanfaat🙂

9 comments on “Sarah Terapi Wicara

  1. Biyunge Jud says:

    wiii….akhirnya dapat tempat TW yang lumayan OK. Boleh dong di-share alamatnya mbak.
    buat mbak Sarah…anak hebat! tambah pinter ya sayaang🙂

  2. rina says:

    jd inget
    pernah ada yang memborong sikat gigi anak dulu
    kata bliau, bliau buka TW di rumahnya
    ternyata dipakai buat seperti ini ya
    jd dpt info baru
    pantesan waktu itu bliau minta dicarikan lusinan

  3. terima kasih umi nya sarah *peluk ah …..
    saya adalah seorang ibu yg jg lg bingung krn anak ke 2 blm lancar bicara di umurnya yg ke 3 th ini, semua suara sumbang tidak saya gubris krn saya yakin anak saya suatu saat bisa bicara, dan saya akan terus berusaha untuk melatih dan mengusahakan berbagai cara🙂
    boleh saya tau ini klinik apa ya ummi? lokasi nya dimana ?
    oya, lokasi saya di ciputat-tangerang selatan. jika ummi ga keberatan mhn info nya🙂
    terima kasih byk atas share nya ya ummi ….

  4. desy says:

    Mohon info, dimana tempat terapi tersebut. Terima kasih.

    Salam,

    Desy.

  5. bunda titik says:

    bunda, alamatnya di mana ya? sya juga baru mencari terapis wicara utk anak saya.. terima kasih banyak

  6. indablu says:

    umi sarah, mohon info dimana beli sikat terapi nya sarah ya?

  7. yusta says:

    sis,mohon infonya donk beli sikat terapi nya dimana ya?

  8. Herlina says:

    Hai umi, salam kenal.
    Mohon info alamat dimana beli sikatnya ya
    Anak saya sedang menjalani tw… Tapi tidak tau nih beli dimana… Mohon yah umi…
    Terimakasih umi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s