Bermain Itu Belajar

Ingin rasanya selalu bisa menemaninya bermain, namun di usianya masih dua tahun, Sarah sudah harusb”berbagi” uminya dengan sang adik, Aisha. Gapapa ya, Nak. Kadang-kadang kami juga main bersama. Sarah sudah bisa “ngliling” adiknya. Yang menakjubkan, saat mendengar adiknya menangis, dia pasti akan langsung bergerak masuk kamar untuk mendekati adiknya. Tahu apa yang dilakukan? Tangannya seperti melakukan gerakan “metheti” burung. Ya, dia berusaha menenangkan adiknya. Dia bisa lho, membuat adiknya berhenti menangis. Walaupun, kadang-kadang juga membikin Aisha menangis, entah dengan nabok atau bahkan menaiki adiknya😀

Ini beberapa alat bermain dan juga aktivitas dek Sarah di rumah yang berhasil umi jepret.

Bermain pasang donat

Sarah belum bisa masang donat dengan tepat. Kadang-kadang umi ngajari dia, baru dia mau masukin donat-donat ke tempatnya. Seringnya masih memasukkan ke wadah lain. Seperti gambar ini, donat-donat kecil dimasukkan ke gelas plastik🙂

Bermain geometri

Kotak kayu dan aneka bentuk. Cara bermainnya mudah, tinggal memasukkan kayu dengan bentuk yang sama dengan cetakan pada kotak kayu. Sarah belum bisa juga nih. Yang dia suka adalah membuka kotak tersebut, dan langsung memasukkan ke dalam kotaknya. Terang aja masuk semua ya😀

Nah, kalau udah bosen, apa yang dilakukan? Yap, ini dia😀

Bermain itu menyenangkan.

Ngga kerasa, dalam bermain, ada belajar🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s